Selasa, 16 Februari 2010

jadikan diri kita hamba

Kemunkaran tlah dianggap baik, sdgkan kebaikan dianggap munkar di zaman ini. Para ulama tak dihargai lagi, sedangkan orang2 bodoh/sesat mendapat kedudukan tinggi. Maka kukatakan kepada orang2 yg baik lagi bertaqwa tatkala memuncaknya kesedihan: Janganlah kalian menyesali keadaan, telah tiba giliranmu pada masa yang asing.

—————————————————————————————————–

“Kita berdoa dan menyangka doa terangkat padahal dosa menghadangnya lalu doa tersebut kembali. Bagaimana doa kita bisa sampai sementara dosa kita menghadang di jalannya”. [Al-Azhiyah dalam Ahkamil Ad'iyah hal. 141]

—————————————————————————————————–

Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do'a wa Dzikir 8/87]

—————————————————————————————————–

Ibnu Taimiyyah berkata: “Pernikahan antara manusia dengan jin memang ada dan dapat menghasilkan anak. Peristiwa ini sering terjadi dan populer. Para ulama pun telah menyebutkannya. Namun kebanyakan para ulama tidak menyukai pernikahan dengan jin.” (Idhahu Ad-Dilalah hal. 16)

—————————————————————————————————–

Asy-Syinqithi berkata: “Saya tidak mengetahui dalam Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah adanya dalil yang menunjukkan bolehnya pernikahan antara manusia dan jin. Bahkan yang bisa dijadikan pendukung dari dzahir ayat adalah tidak bolehnya hal itu.” (Adhwa`ul Bayan, 3/321) –

—————————————————————————————————–

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara melalui mulut orang yang kesurupan.’

—————————————————————————————————–
Islam adalah tanah air kita karena Allah tlah mempersaudarakan kita. Di belahan bumi manapun syari’at Islam ditegakkan dan kalimat Allah ditinggikan, maka di sanalah negeri kita tercinta. Di bagian bumi manapun umat islam berada, maka mereka lah saudara kita dan bangsa kita

—————————————————————————————————–
Kami bukanlah pemilik madzhab baru ataupun aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217]

—————————————————————————————————–

“Telah diwajibkan berperang kepada kalian meskipun kalian tidak menyukainya, dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui sementara kalian tidak mengetahui” (albaqarah 216)

—————————————————————————————————–
Teman sejati.. adalah dia yang mau mengerti ketika kamu berkata “aku lupa”, menunggu selamanya ketika kamu berkata “tunggu sebentar”, tetap tinggal ketika kamu berkata “tinggalkan aku sendiri”, dan membukakan pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata “bolehkah saya masuk?”

—————————————————————————————————–

Dalam hidup ini ada begitu banyak pintu kebahagiaan yang terbuka untuk kita, tetapi kadang kita terpaku pada sebuah pintu yang tertutup dan terus berharap suatu saat pintu itu akan terbuka, sehingga kita malah tidak menyadari keberadaan pintu-pintu lain yang terbuka untuk kita

—————————————————————

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu
masih merasa sanggup, dan jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

—————————————————————————————————–

saat cinta datang ke rumah jiwa mengetuk pelan pintu hati,membawa sekeranjang perhatian dan setangkai kasih sayang, sambut dengan senyum malu silahkan duduk di sofa kalbu, suguhkan minuman ragu dan sepiring kue rindu, setelah cinta singgah di hati dunia terasa indah , sekali mendung terlihat seelok pelangi dan tak sabar esok hari datang lagi (Muhammad al Qodri)

—————————————————————————————————–

karena ini engkau kunamakan si jantung hati, memompa lembut seperti angin memijat langit, berdenyut lincah seperti buih yg terus berkelit, dan darah cinta adlh udara dengan roh rindu yg menumpang lewat di dada

—————————————————————————————————–

persahabatan itu ibarat tangan dengan mata, dikala tangan kita sakit dan terluka, maka mata akan menangis,,dan apabila mata menangis, tanganpun akan menghapuskan air mata.. (unknown)

—————————————————————————————————–

IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU, JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA! JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN-JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN

—————————————————————————————————–

Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa menaikinya niscaya dia selamat dan barangsiapa yang enggan maka dia akan tenggelam……

—————————————————————————————————–

Jika ada konglomerat muslim punya uang 1 trilyun dan punya 1 anak yg murtad (keluar dari islam), maka anak tersebut tidak berhak mendapat warisan sepeserpun saat ayahnya meninggal. Dalilnya: Orang muslim tidak dapat mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak dapat mewarisi orang muslim. (Shahih Muslim No.3027) –

—————————————————————————————————–

Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (Shahih Muslim No.5205)

—————————————————————————————————–

saat malam datang ku pandangi langit berbintang, ingin aku berada di atas awan, merasakan belaian kasih sayang, kau yg ku puja, kau yg ku damba. tanpa dirimu hatiku hampa, tanpa pelukmu aku tersiksa. kasih dlm dinginnya malam ingin aku memelukmu hingga akhir waktu ku takkan merasa jemu, kasih kau yg slalu ku tunggu dlm hatiku yang kelabu.
—————————————————————————————————–

kewajiban kita kpd umat adalah menyampaikan sunnah dgn menjelaskan keshahihan riwayatnya dan kejelasan maknanya menurut ulama salaf. Jika mereka menerima dakwah kita, kita ucapkan “Alhamdulillah”. Dan kalau mereka menolak dgn mempermasalahkan dan memperdebatkannya dgn akal/perasaan mereka, maka tinggalkanlah mreka !!

—————————————————————————————————–

Sampaikanlah sunnah &jgn lah kalian memperdebatkannya. Krna memperdebatkan Sunnah hanya akan membawa pd pertikaian yg berbuntut pelecehan trhd Sunnah itu sendiri. Imam Malik brkata: “Perdebatan hanyalah akan membawa pada pertikaian &menghilangkan cahaya ilmu dr dlm hati, serta mengeraskan hati &melahirkan kedengkian. (Syiar a’lamin Nubala’, 8/ 106).

—————————————————————————————————–

Para ulama secara pasti telah bersepakat bahwa ketika seorang muslim mencela dan merendahkan agamanya atau mencela Rasul dan merendahkannya, maka dia murtad, kafir, halal darah dan hartanya. Jika bertaubat maka diterima taubatnya. Jika tidak, maka dibunuh.” (Diambil dari Fatawa Nur ‘alad Darbi (melalui) CD) –

—————————————————————————————————–

“Setiap anak cucu Adam pasti melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat” (HR. Ahmad; At-Tirmidzi. Hasan Shahih).

—————————————————————————————————–

Akan tetapi kebanyakan manusia itu sombong&membangkang, mereka lbh mengagungkan akalnya ketimbang mengagungkan Alloh &syariat-Nya, apa yg mnurut mreka buruk maka mreka anggap buruk, pdhl btapa sering trjadi apa yg mreka anggap buruk ternyata baik di sisi Alloh, &apa yg mreka anggap baik tnyata buruk di sisi Alloh, &Alloh adlh lbh mngetahui drpd mreka.
—————————————————————————————————–

“BERUSAHALAH AGAR UMAT INI LAYAK DI TOLONG OLEH ALLAH. DAN TIDAK AKAN DATANG PERTOLONGAN ALLAH, KECUALI KITA KEMBALI KE AGAMA KITA DENGAN SEBENAR-BENARNYA”

—————————————————————————————————–

““Seseorang akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena dosa-dosa yang ditanggungnya” (Shahih Ibnu Majah, hadits hasan, nomor 3248)”

—————————————————————

“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. berjihad lah fi Sabilillah dimuka bumi ini dgn mengharap keridhoan ALLAH SWT,jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.

—————————————————————————————————–

“jangan pernah mengeluh atas apa yg terjadi,,tp berpikirlah untuk merubah n menikmati yg sedang terjadi….”

—————————————————————————————————–

Ibnu Mas’ud berkata kpd para pemuda yg giat mencari ilmu agama: “Selamat datang wahai sumber2 hikmah &para penerang kegelapan. Walaupun pakaian kalian tlah usang akan tetapi hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah2 (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” [Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu 'Abdil Barr,1/52]

—————————————————————————————————–

Segala yg qt miliki adalah pinjaman dr Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani… Jika sudah tiba masanya kenikmatan itu diambil maka ridha dan bersangka baiklah kpd Allah. Dibalik kepahitan itu pasti akan ada kemanisannya…(,”

—————————————————————————————————–

“Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ (jintan hitam, nigella sativa) terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)”
[HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab at-Tadawi bil Habbatis Sauda’. Hadits no. 2215]

—————————————————————————————————–

“Hai nabi, kobarkanlah semangat orang2 mukmin itu tuk berperang. Jika ada 20 orang yg sabar diantara kamu, niscaya mereka dpt mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang yg sabar diantara kamu, mereka dpt mengalahkan 1000 dari orang kafir, sebab orang2 kafir itu tidak mengerti.” (Surat Al-Anfal ayat 65)

—————————————————————————————————–

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh&akherat serta tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Alloh&Rasul-Nya dan tidak beragama dgn agama yg benar, yaitu orang yg tlah diberi Al-kitab, sampai mereka mau membayar jizyah dgn patuh sedang mereka dlm keadaan tunduk.” (At-Taubah: 29)

—————————————————————————————————–

“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaf: 4)

—————————————————————————————————–

“Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah kilatan pedang.” (HR. Bukhari-Muslim dan Abu Dawud)

—————————————————————————————————–

“Dua mata tidak disentuh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Alloh dan mata yang terjaga di jalan Alloh (tidak tidur dlm rangka menjaga umat islam dr serangan tentara musuh).” (HR. Tirmidzi)

—————————————————————————————————–

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Saya tidak mengetahui ada suatu amal yang lebih utama, setelah ibadah-ibadah wajib, kecuali jihad, dan perang di laut itu lebih utama daripada perang di darat.” –

—————————————————————————————————–
“Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)

—————————————————————————————————–

Kau hadir dalam kenangan,Mengisi relung hatiku walau hanya semalam.Kau sosok lembut yang kukenal dari alam maya….Telah membuat diriku terpana akan cinta yang kau tancapkan…………….”

—————————————————————

Puncak petaka dari pacaran ialah terjadi zina. Islam sejak dini telah melarangnya, bahkan untuk mendekatinya saja sudah dilarang. Alloh berfirman: “ Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk “. (QS. Al-Isra’: 32) Hukuman bagi sang pezina yaitu didera seratus kali bagi yang belum menikah atau di rajam sampai mati bagi yang sudah menikah.

—————————————————————————————————–

” Sesungguhnya kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum besi adalah lebih baik dari pada memegang perempuan yaang tidak halal baginya ”. (Hadist Riwayat Tabrani)

—————————————————————————————————–

” Sebaik-baiknya nama kalian adalah Abdullah, Abdurrahman, dan Al-Harist ”. (Hadist Shahih Riwayat Tabrani, lihat Shahih Jami’ 2369)

—————————————————————————————————–

Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan bergaul dengan orang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang bermanfaat lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbincang yang buruk (HR. Al-Hakim)

—————————————————————————————————–

Saudara/sahabatmu yg sebenarnya adalah yg bersamamu, yg sanggup berkorban demi kebahagiaanmu, kalau ada sesuatu yang menimpamu ia sanggup meninggalkan siapapun untuk bersamamu (Ali bin Abi Thalib)

—————————————————————————————————–

Ingat 5 sebelum 5 yakni: “ Kehidupanmu sebelum datang matimu, Kesehatanmu sebelum datang sakitmu, Waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu, Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, Kekayaanmu sebelum datang kemiskinanmu “. (HR. Muslim).

—————————————————————————————————–

Islam tidak mengenal Demokrasi, sejak kelahirannya hingga hari Kiamat. Islam dengan tegas menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan Allah, tidak di tangan rakyat maupun penguasa. Allah lah yang berhak menentukan hukum, sistem, dan aturan bagi manusia. Mereka tinggal melaksanakannya.

—————————————————————————————————–

why say HI! if u mean I MISS U.. why say LET’S GO! if u mean I WANT 2 B With U..
why say STAY! if u can say B WITH ME… and why say I CARE wen ur heart says I
LUV U!

————————————————————–

Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah ahli sunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahli bid’ah.” [Al-Lalikai 1/138 no. 267]

—————————————————————————————————–

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memanjangkan celananya hingga melebihi mata kaki. Beliau menjawab :’ Panjangnya gamis, celana dan seluruh pakaian hendaklah tidak melebihi kedua mata kaki, sebagaimana telah tetap dari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Majmu' Fatawa 22/14]

—————————————————————————————————–

“Seandainya hari ini adalah hari terakhir engkau hidup di dunia, Hari terakhir bertemu dengan orang-orang yang engkau cintai, Seandainya hari ini adalah benar-benar hari terakhirmu, apakah yang akan engkau lakukan? Renungkanlah!”

—————————————————————————————————–

“Hai 0rAnG Y9 LaLAi, seandainyA aNdA dPt mEndEnGar jEritan suara gesekAn QoLam kTiKa b’GeRak diLaUh MaHfUzH meNuLis TeNtaNg tAkDiR aNdA NiScAyA aNdA aKn MaTi TeRKeJut”

—————————————————————————————————–

“Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka” [Riwayat Imam Al-Baihaqy No. 18640]

—————————————————————————————————–

“Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festifal seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka” ['Aun Al-Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarh hadits no. 3512]

—————————————————————————————————–

Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya” [Al-Mujadillah : 22]

—————————————————————————————————–

Kami maklumatkan pertempuran sengit kpd demokrasi&sekulerisme, tlah jelas hukum para penganut keyakinan tsb BATIL DAN JALAN YANG MERUGIKAN, maka kembalilah kejalan Alloh yakni ALQURAN&SUNNAH. Maka masih Kami maklumatkan agar mengadakan perlawanan sengit thd demokrasi&sekulerisme. Dan tetap pegang teguh bara api ini hingga Alloh beri keputusan

—————————————————————————————————–

“Aib ahli bid’ah dan kesesatan buku-buku mereka harus dijelaskan kepada semua orang agar orang-orang yang lemah iman dan ilmu tidak terjerat oleh kesesatan mereka. (Imam al-Qarafi, Al-Farq 4/207-208)

—————————————————————————————————–

Hari ini, menangislah untuk mereka yang jatuh cinta, dan bersuka-citalah untuk dia yang patah hati. Yang jatuh cinta, akan patah hatinya. Dan yang patah hati akan jatuh cinta lagi. Kepadamu, duhai patah hati, hari ini aku nyatakan cintaku.

—————————————————————————————————–

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

—————————————————————————————————–

Wanita Tidak Boleh Safar (Bepergian Jauh) Kecuali Dengan Mahromnya

Banyak sekali hadits yang melarang wanita mengadakan safar kecuali dengan mahromnya, diantaranya:

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata: Berkata Rasulullahu shallallahu ‘alahi wassallam: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak laki-laki, suami, saudara laki-laki atau mahrom lainnya.” [HR Muslim 1340]

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullahu Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata: ” Janganlah seorang wanita muslimah bepergian selama dua hari kecuali bersama suaminya atau mahromnya.” [HR Ibnu Khuzaimah: 2522]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bersabsa Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam : “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

Dari beberapa hadits ini, kita ketahui bahwa terlarang bagi wanita muslimah untuk mengadakan safar kecuali bersama mahromnya, baik safar itu lama ataupun sebentar. Adapun batasan beberapa hari yang terdapat dalam hadits di atas tidak dapat di fahami sebagai batas minimal.

Berkata Syaikh Salim Al Hilali: “Para Ulama’ berpendapat bahwa batasan hari dalam beberapa hadits di atas tidak dimaksudkna untuk batasan minimal. Dikarenakan ada riwayat yang secar umum melarang wanita safar kecuali bersama mahromnya, baik lama maupun sebentar, seperti riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Saya mendengar Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Jangan seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya, juga jangan safar dengan wanita kecuali bersama mahromnya, maka ada seorang lelaki berdiri lalu berkata :

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri saya pergi haji padahal saya ikut dalam sebuah peperangan. Maka Rasulullah menjawab: “Berangkatlah untuk berhaji dengan istrimu.”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syari'ah 2/102]

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah: “Kebanyakan ulama’ memberlakukan larangan ini untuk semua safar karena pembatasan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut sangat berbeda-beda.” [Lihat Fathul Bari 4/75]

Syaikh sholeh Al Fauzan Hafidzuhullah ditanya tentang hukum wanita safar dengan naik pesawat domestik dalam negeri tanpa mahrom, apakah itu diperbolehkan? Jawab beliau: “Tidak boleh bagi seorang wanita mengadakan safar tanpa mahrom, baik naik pewasat atau mobil, karena Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir mengadakan safar sehari semalam kecuali bersama mahrom.” Maka safar wanita tanpa mahrom itu tidak boleh meskipun dengan alat transportasi yang cepat, karena pesawat atau mobil itu mungkin saja bisa terlambar, rusak, atau terjadi hal-hal lain yang mengharuskan wanita itu harus bersama mahromnya agar bisa menjaganya saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.” [Al Muntaqo min Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan 5/387]

[Disalin dengan sedikit diringkas dari: Majalah "Al Furqon", Edisi 4 Th. II, Dzulqo'idah 1423, hal 29-31]

————————————————————–

Wajibnya Jilbab bagi Wanita Muslimah

Oleh: Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani al-Jawy

Mantan Ketua Divisi Dakwah dan Pendidikan Yayasan Islam Al-Qolam, Bekasi

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anakmu yang perempuan dan isteri-isteri orang Mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ”. yang Demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Terj.Q.S. Al-Adzhab :59).

Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda:

“ Dua macam yang termasuk penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya: Sebuah kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipakai buat memukuli manusia dan wanita yang berpakaian namun telanjang, menyimpang lagi membuat orang lain menyimpang, kepala mereka bagai punuk unta, yang miring, mereka tidak memasuki surga lagi mencium wanginya, Padahal wanginya tercium sejauh jarak sekian dan sekian ”.

(Hadits dengan Sanad Shahih Riwayat Muslim No:3/2128).

————————————————————–

Beberapa larangan bagi Wanita Muslimah

Mereka dilarang bersafar (berpergian ) tanpa mahram (Teman wanitanya).
“ Tidak boleh seorang wanita bersafar tanpa mahram ”. (Hadits Shahih Bukhari & Muslim)

Mereka dilarang menyerupai laki-laki.
“ Alloh melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki- laki ”. (Hadits Shahih Bukhari No:10/5886).

Mereka dilarang berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
“ Tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali yang ketiganya ialah Syaithan Laknatullah ‘Alaik ”. (Hadits Shahih Tirmidzii No: 3/474).

Mereka dilarang berjabat tangan dengan laki-laki.
“ Sungguh ditusuknya kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya ”. (Hadits Shahih Thabrani No: 20/212).

Mereka dilarang memakai wewangian kepada laki-laki asing (bukan mahramnya).
“ Wanita mana saja yang memakai wewangian kemudian melewati sekelompok orang supaya mereka menghirup wanginya maka (sebenarnya) ia adalah pelacur ”. (Hadits Shahih Ahmad No: 4/418).

Mereka dilarang mandi ditempat pemandian umum.
“ Dan barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka janganlah ia membolehkan
isterinya masuk ke tempat pemandian (umum) ”. (Hadits Hasan Shahih Tirmidzi).

Mereka dilarang menolak ajakan suaminya ketika mengajaknya berhubungan badan dengannya.
“ Bila seorang suami mengajak ke kasurnya lalu ia (isteri) enggan (memenuhi ajakannya)
sehingga suami marah kepadanya semalaman niscaya malaikat melaknatnya sampai pagi ”.
(Hadits Shahih Bukhari).

Di sebarluaskan oleh: Markaz Dakwah Islamiyyah Yayasan Islam Al-Qolam, Bekasi
—————————————————————

Ibnu Hazm dalam buku Tauqul Hamaamah, yang dalam terjemahan Indonesia diberi judul “Dibawah Naungan Cinta” mengangkat sebuah syair

“Keinginan syahwat yang haram jangan kau ikuti,
Pangkal segala maksiat jangan kau datangi…
Sungguh setan itu masih hidup dan belum mati..
Sungguh mata itu pintu fitnah dan laku keji..
Kau umbar berbagai kata-kata keji, yang bikin dirimu sesat selama-lamanya…
Aku bilang diam dan jangan bicara, Hentikan celamu, setan ada dimana-mana ”

Khalid bin Ma’dan, seorang tabi’in terkemuka menyatakan tentang penyempurnaan jiwa manusia agar meraih keberuntungan,

“Tidak ada seorang hamba kecuali ia mempunyai empat mata. Dua mata di wajahnya untuk melihat perkara dunia, dan dua mata di hatinya untuk melihat perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Dia akan membukakan kedua matanya di hatinya, sehingga pemiliknya mampu memandang perkara akhirat, dan jika Allah menghendaki terhadap seorang hamba selain itu, ia meninggalkannya sebagaimana adanya.

—————————————————————

Apakah hanya umat islam yang masuk surga?

Menurut ajaran islam pada dasarnya memang hanya umat islam saja yang akan masuk surga, sedangkan orang-orang yang menolak untuk memeluk agama islam akan masuk neraka.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah mendengar dariku seseorang dari umat ini baik orang Yahudi maupun orang Nashrani, kemudian ia mati dalam keadaan ia tidak beriman dengan risalah yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka.”

Hadits di atas diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya no. 153 dan diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi “Wujubul Iman bi Risalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ila Jami’in Nas wa Naskhul Milali bi Millatihi” (Wajibnya seluruh manusia beriman dengan risalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terhapusnya seluruh agama/ keyakinan yang lain dengan agamanya).

Meskipun orang-orang non-islam berbuat berbagai kebaikan di dunia, tetapi di akherat nanti semua akan sia-sia dan tidak bisa membuat mereka masuk surga jika mereka tidak memeluk agama islam.

…Mereka itu tidak beriman, maka Allah
menghapuskan amalnya. Dan yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah. (QS Al-Ahzab: 19)

Al-Quran menegaskan, bahwa amal perbuatan orang-orang kafir itu laksana fatamorgana.

“Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.” (QS an-Nuur:39).

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (QS Al Furqon: 23)

Menurut tafsir, yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya
mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah
lalu Allah menghapuskan amal-amal mereka. (QS
Muhammad: 9)

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya
mereka mengikuti apa yang menimbulkan
kemurkaan Allah dan karena mereka membenci
keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus amal-
amal mereka.(QS Muhammad: 28)

Agama Islam lah yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Dia tidak menerima agama selainnya:

“Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah agama Islam.” (Ali Imran: 19)

“Siapa yang mencari agama selain agama Islam maka tidak akan diterima agama itu darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)

Agama Islam adalah kebenaran mutlak, adapun selain Islam adalah kekufuran. Siapa pun yang enggan untuk beragama dengan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia kafir.

“Laknat Allah atas kaum Yahudi dan Nashrani.” (HR. Al-Bukhari no. 435 dan Muslim no. 531)

—————————————————————

WAHAI WANITA TUTUPLAH AURATMU …

Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi saya hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena saya jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”

Wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?”

Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya, sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah ia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.

Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap laki-laki yang melihat menundukkan pandangan dan bersikap hormat. Mereka juga menyimpulkan, bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati, sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala ,
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Al-Ahzab :59).

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta paras kecantikannya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Hal itu jelas mengundang perhatian laki-laki yang hobi menggoda dan mempermainkan kaum wanita, sehingga mereka menjadi mangsa laki-laki bejat dan rusak tersebut.Dia ibarat binatang buruan yang datang sendiri ke perangkap sang pemburu. Akhirnya, ia menjadi wanita yang terhina, terbuang, tersisih dan kehilangan harga diri serta kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.

==================================================

Syarat-Syarat Hijab (pakaian islami bagi wanita):

Pertama;

Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nuur: 31)

Dan juga firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59).

Ke dua;

Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal, tidak menampakkan warna kulit tubuh (transfaran).

Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.

Hendaknya hijab tersebut tidak berwarna-warni dan tidak bermotif.

Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,“Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan).

Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian berdasar-kan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ary, dia berkata, Bahwa Rasulullah bersabda,“Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina” (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan)

Ke tiga; Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Dan Rasulullah mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki. (H.R. Abu Dawud an-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih).

Catatan : Menutup wajah menurut syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani di dalam kitabnya Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah Fil Kitab Was Sunnah, adalah sunnah, akan tetapi yang memakainya mendapat keutamaan.
Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi seluruh kaum muslimin, terutama para wanita muslimah agar lebih mantap/teguh dalam menjaga hijab mereka.

dikutip dari tulisan : Ummu Ahmad Rifqi

—————————————————————————————————–

1. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)
-
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syari'ah 2/102]
-
“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)
-
2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya
-
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]
-
3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya
-
“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]
-
4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan
-
“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)
-
Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]
-
5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya
-
“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)
-
“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
-
6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina
-
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
-
“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)
-
7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok
-
“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
-
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
-
WARNING:
-
sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…
-
sebuah syair mengatakan:
-
kadang peristiwa besar bermula dari hal-hal kecil
permulaannya memandang, lalu tersenyum, kemudian menyapa, lalu mengobrol, lantas janjian, kemudian berkencan, dan akhirnya berzina
-
Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…

0 komentar:

Posting Komentar

download indo baru fantasi